Corongvisual.com Manado, Penataan kawasan Malalayang dan Bunaken tahap dua berbanrol
Rp 107.939.230.400._
merupakan salah satu pekerjaan yang masuk dalam planning pembangunan terencana dari Pemerintah Kota Manado.
Dibawah kepemimpinan AA-RS, pekerjaan tersebut dikerjakan dengan hati demi tertatanya kawasan pantai wilayah Manado yang apik , rapih dan kinclong di pandang mata sehingga dapat menumbuhkan minat para investor untuk berinvestasi di bumi nyiur melambai tercinta dengan tidak mengabaikan mata pencaharian para nelayan yang ada di sana.

Kata pepatah, Tak ada pekerjaan yang bisa berjalan mulus tanpa kendala. Demikian Pembangunan yang sedang berjalan tersebut harus terganggu kenyamanannya dikarenakan oleh hadirnya para nelayan yg merasa resah karena adanya pekerjaan tersebut membuat warga masyarakat Malalayang dua yang berprofesi sebagai nelayan tersebut kebingungan soal tata letak tambatan perahu mereka yang di tetapkan tanpa ada koordinasi jelas dengan mereka.
Mereka mengeluhkan soal lokasi tambatan perahu yang bakal ditempati sementara waktu, dirasa kurang strategis ditambah lagi kata mereka, secara jelas lokasi tetap tempat tambatan perahunya belum jelas di mana.
Pabila proyek Mega ini telah selesai di kerjakan kami bisa kalangkabut..pungkas salah satu nelayan.
Berdasarkan kesepakatan bersama empat kelompok nelayan Malalayang dua maupun nelayan perorangan meminta kepada pihak Kecamatan dan Pemerintah
Kelurahan Malalayang Dua untuk dapat melakukan rapat bersama Lurah, Kasie Trantib Kec dan kepala lingkungan demi mendapatkan kepastian tata letak tambat perahu yang nantinya akan menjadi basis mereka ketika pekerjaan proyek tersebut diatas telah selesai di kerjakan.
Buah hasil rapat tersebut melahirkan senyum dan menenggelamkan cerita pilu para nelayan yang semula mengklaim penempatan tambatan perahu mereka yang kurang strategis di Pante Malalayang yang dirasa dapat membahayakan keadaan Mereke saat melaut maupun kembali sandar perahu usai mencari ikan.

Berkat hikmat dan akal Budi dan Keuletan sang Camat Malalayang Yusuf Kopitoy yang di dampingi Lurah Malalayang dua Corneidy Posumah SIP bersama perangkat kelurahan, rapat sukses di gelar, para nelayan puas dibuatnya. Hasil rapat yang diperoleh pada hari Rabu 17 Januari 2023 sesuai yang diharapakan sebagian besar nelayan di sana.
Hasil karya camat Malalayang dan Lurah Malalayang dua patut mendapat jempol dari kami Kelompok Nelayan Malalayang Dua ujar Max Bawotong yang merupakan Ketua salah satu kelompok nelayan di Malalayang dua, pula di yakinkan pula oleh Jefri dan Rivan sesama nelayan.
Program Walikota Manado Andrey Angow jalan sebagaimana mestinya tanpa harus mengorbankan para nelayan yang sudah dari Sononya menambatkan perahu mereka di Pante malalayang.
Ditempat terpisah Walikota Manado Andrey Angow saat diwawancarai menyatakan bahwa;

Saya sebagai Walikota Manado sangat mengharapkan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat agar bisa tercipta, supaya pembangunan kota Manado hebat ini, bisa berjalan sebagaimana mestinya sesuai yang kita harapkan bersama.
Kesepakatan bersama yang didapat dalam rapat bersama antara nelayan dan pemerintah setempat Rabu 17/01, secara tidak langsung telah menciptakan sebuah karya kinerja yang luar biasa dari bawahan untuk mengharumkan nama Walikota Manado Andrey Angouw.
Camat Malalayang Yusuf Kopitoy dan Lurah malalayang Dua Corneidy Posumah SIP sepatutnyalah mendapatkan penghargaan khusus dari pimpinannya atas hasil kinerja yang telah dilakukan mereka pada para nelayan yang ada, MEMUASKAN.
Nelayan Malalayang Dua Puas, Camat Kopitoy Harumkan Nama Walikota Manado Andrey Angouw*
Manado, Penataan kawasan Malalayang dan Bunaken tahap dua berbanrol
Rp 107.939.230.400._
merupakan salah satu pekerjaan yang masuk dalam planning pembangunan terencana dari Pemerintah Kota Manado.
Dibawah kepemimpinan AA-RS, pekerjaan tersebut dikerjakan dengan hati demi tertatanya kawasan pantai wilayah Manado yang apik , rapih dan kinclong di pandang mata sehingga dapat menumbuhkan minat para investor untuk berinvestasi di bumi nyiur melambai tercinta dengan tidak mengabaikan mata pencaharian para nelayan yang ada di sana.
Kata pepatah, Tak ada pekerjaan yang bisa berjalan mulus tanpa kendala. Demikian Pembangunan yang sedang berjalan tersebut harus terganggu kenyamanannya dikarenakan oleh hadirnya para nelayan yg merasa resah karena adanya pekerjaan tersebut membuat warga masyarakat Malalayang dua yang berprofesi sebagai nelayan tersebut kebingungan soal tata letak tambatan perahu mereka yang di tetapkan tanpa ada koordinasi jelas dengan mereka.
Mereka mengeluhkan soal lokasi tambatan perahu yang bakal ditempati sementara waktu, dirasa kurang strategis ditambah lagi kata mereka, secara jelas lokasi tetap tempat tambatan perahunya belum jelas di mana.
Pabila proyek Mega ini telah selesai di kerjakan kami bisa kalangkabut..pungkas salah satu nelayan.
Berdasarkan kesepakatan bersama empat kelompok nelayan Malalayang dua maupun nelayan perorangan meminta kepada pihak Kecamatan dan Pemerintah
Kelurahan Malalayang Dua untuk dapat melakukan rapat bersama Lurah, Kasie Trantib Kec dan kepala lingkungan demi mendapatkan kepastian tata letak tambat perahu yang nantinya akan menjadi basis mereka ketika pekerjaan proyek tersebut diatas telah selesai di kerjakan.
Buah hasil rapat tersebut melahirkan senyum dan menenggelamkan cerita pilu para nelayan yang semula mengklaim penempatan tambatan perahu mereka yang kurang strategis di Pante Malalayang yang dirasa dapat membahayakan keadaan Mereke saat melaut maupun kembali sandar perahu usai mencari ikan.
Berkat hikmat dan akal Budi dan Keuletan sang Camat Malalayang Yusuf Kopitoy yang di dampingi Lurah Malalayang dua Corneidy Posumah SIP bersama perangkat kelurahan, rapat sukses di gelar, para nelayan puas dibuatnya. Hasil rapat yang diperoleh pada hari Rabu 17 Januari 2023 sesuai yang diharapakan sebagian besar nelayan di sana.
Hasil karya camat Malalayang dan Lurah Malalayang dua patut mendapat jempol dari kami Kelompok Nelayan Malalayang Dua ujar Max Bawotong yang merupakan Ketua salah satu kelompok nelayan di Malalayang dua, pula di yakinkan pula oleh Jefri dan Rivan sesama nelayan.
Program Walikota Manado Andrey Angow jalan sebagaimana mestinya tanpa harus mengorbankan para nelayan yang sudah dari Sononya menambatkan perahu mereka di Pante malalayang.
Ditempat terpisah Walikota Manado Andrey Angow saat diwawancarai menyatakan bahwa;
Saya sebagai Walikota Manado sangat mengharapkan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat agar bisa tercipta, supaya pembangunan kota Manado hebat ini, bisa berjalan sebagaimana mestinya sesuai yang kita harapkan bersama.
Kesepakatan bersama yang didapat dalam rapat bersama antara nelayan dan pemerintah setempat Rabu 17/01, secara tidak langsung telah menciptakan sebuah karya kinerja yang luar biasa dari bawahan untuk mengharumkan nama Walikota Manado Andrey Angouw.
Camat Malalayang Yusuf Kopitoy dan Lurah malalayang Dua Corneidy Posumah SIP sepatutnyalah mendapatkan penghargaan khusus dari pimpinannya atas hasil kinerja yang telah dilakukan mereka pada para nelayan yang ada, MEMUASKAN.
Redaksi

















