MANADO – Akademisi asal Sulawesi Utara, Dr. Ferry Daud Liando, SIP., M.Si., kembali mendapat kepercayaan di tingkat nasional. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tersebut dipercaya menjadi Tim Juri Nasional Debat Hukum Pemilu Antarperguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulawesi Utara, Stefanus “Stevie” Sumampouw.
Menurut Stevie, keterlibatan akademisi asal Sulawesi Utara dalam kegiatan berskala nasional merupakan kebanggaan tersendiri. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa sumber daya manusia dari daerah memiliki kapasitas dan kontribusi yang dapat diperhitungkan di tingkat nasional.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Utara. Dr. Ferry Daud Liando merupakan akademisi yang selama ini aktif memberikan pemikiran dan kontribusi dalam bidang kepemiluan. Kepercayaan ini menunjukkan kapasitas beliau diakui secara nasional,” ujar Stevie Sumampouw.
Ajang Kompetisi Sains Tata Kelola Pemilu Antarperguruan Tinggi tersebut berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 21–24 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dan unsur akademik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi yang berkaitan dengan hukum dan tata kelola pemilu.
Stevie menilai, keterlibatan Ferry Daud Liando sebagai salah satu juri nasional turut memberikan kontribusi terhadap proses penilaian kompetisi. Pengalaman akademik serta pemahamannya mengenai dinamika kepemiluan menjadi bagian penting dalam mendukung proses penilaian debat.
“Debat hukum pemilu bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana peserta memahami aturan, prinsip demokrasi, kelembagaan pemilu dan persoalan-persoalan kepemiluan secara objektif. Karena itu, kompetensi para juri juga sangat penting,” katanya.
Ia berharap kepercayaan yang diberikan kepada Ferry Daud Liando dapat semakin memperkuat kiprah akademisi Sulawesi Utara dalam berbagai forum nasional.
Menurut Stevie, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan, memperkuat literasi demokrasi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kepemiluan dan tata kelola demokrasi.
Selain itu, ia berharap kompetisi antarkampus tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memperdalam pemahaman mengenai hukum pemilu serta berbagai persoalan tata kelola demokrasi.
“Selamat kepada Dr. Ferry Daud Liando atas kepercayaan yang diberikan. Semoga amanah dalam menjalankan tugas sebagai Tim Juri Nasional dan terus membawa nama baik Sulawesi Utara melalui kontribusi akademik di tingkat nasional,” tutup Stevie Sumampouw.
Red/Tim





























