corongvisual.com Sulut Manado- ,terkait situasi kondisi saat sekarang ketika kejadian paspampres dianiaya oleh Oknum Warga Manado, serta beberapa gangguan Kamtibmas di Sulut.
Timbullah opini-opini dari beberapa masyarakat Sulawesi Utara, Salah satu Sugeng Samsuri Warga dari Sitaro bahwa kenapa sampai terjadi paspampres dianiaya oknum warga di manado. Sedangkan aparat bisa menjadi korban, apalagi torang masyarakat Warga sitaro merasa tidak aman ke Manado.
Begitu juga disampaikan Ivon Bawotong dari warga sitaro juga kemudian dari pak Jemmy Dareno menyampaikan juga kiranya Bapak Kapolda Sulut dapat membentuk Timsus.
Adapun dari Warga Sulut ketika meminta Bapak Kapolda Sulut supaya dibentuk lagi Timsus Polda Sulut,karena sudah ada contoh salah satunya Pak Lumowa mantan Kapolda Sulut.
Ketika membuat Tim Khusus Maleo Polda Sulut dan itu bisa dijamin banyak warga merasa aman ketika di bentuk Tim Khusus, namun itulah yang menjadi salah satu fakta dengan adanya peraturan yang ada atau standar operasional prosedur Kepolisian yang ada sehingga dibekukan Timsus Maleo.
Fakta yang terjadi juga, dengan adanya Timsus Maleo munculah Pelopor Kamtibmas yang jadi spion-spion dari masyarakat. Karena keunggulan dari Timsus Maleo menurut Yance Sumerah Ketum Maesaan Waya Lovers adalah bukan hanya menangkap atau melakukan kekerasan dalam mengamankan, tapi intinya edukasi.
Sebagai contoh ketika kami memiliki rasa untuk sadar akan Kamtibmas.
Sulawesi Utara Maka dibuat Maesaan Waya Maleo Lovers Sulut yang sekarang Perkumpulan Maesaan Waya Lovers Sulut (MWLS) dengan jadi percontohan, ketika anak-anak muda atau anak-anak remaja yang kumpul-kumpul dipertigaan, dan saat kami mobile dalam kegiatan atau berjalan di malam hari memakai atribut Maleo Lovers bersama Pihak Kepolisian Polsek-polsek,sehingga banyak anak muda yang merapa,untuk meminta bergabung. Ini jadi salah satu program extra sosialisasi ketika banyak spion banyak anak muda pengguna obat komix, ehabone, ketika adanya dengan kami mereka merasa memiliki. Dan bahkan mereka membeli sendiri seragam maleo lovers kemudian mereka ikut.
Pelaku kriminal adalah penyakit masyarakat, seperti kita kalau menanam padi itu seperti hama, hama itu bukan cuman kita pakai racun kontak artinya, atau polisi itu bukan langsung melakukan penangkapan dengan cara yang keras tapi ada juga cara-cara edukasi.
Ketika Timsus Maleo itu hadir ada juga kerikil tajam, namun sukses untuk Keamanan Sulawesi Utara,sehingga itu menjadi salah satu pandangan pak Meydi Bura warga Minahasa mengatakan masih cinta Timsus Maleo, dan kiranya Kapolda Sulut dapat mengaktifkan kembali Timsus Maleo polda Sulut.
Warga Tomohon Pak Hendro juga mengatakan juga kiranya pak Kapolda Sulut dapat mengaktifkan Tim Maleo Polda Sulut.
Selain itu juga menurut Pak Deki Pesik Warga Sario mengatakan,Timsus Maleo Polda Sulut ini sudah terbukti bukan hanya tebar pesona dalam konten, itu dia ketika diperhatikan banyak yang memberikan edukasi, jadi ketika anak-anak muda ini di ajak di edukasi, apa yang mereka maksud ternyata itu intinya kepuasan batin semua, ketika mereka bergabung mereka yang aktif dan kami yang kontrol.
Jika Memang Timsus Polda Sulut akan di bentuk,apasalahnya Pakai lagi Nama Timsus Maleo Polda Sulut yang sudah sangat di Kenal serta disegani Masyarakat Sulut, di Wilkum Polres Bitung saja, Timsus Tarsius bisa dibentuk kembali,ungkap Dolfi Warga Kota Manado.
Mari torang jaga Sulut aman dan damai dengan cara-cara kreatif dan inovatif sebagai Pelopor Kamtibmas.
TIM MWLS



















